terngiang di saat pengkaderan (baca:ospek) dulu, hampir seluruh senior menyuarakan persamaan.
Tapi memang manusia hanya bisa bicara dan susah melaksanakannya.Begitu banyak aktivis yang turun ke jalan menyuarakan pembebasan padahal dengan tindakannya dia adalah penjajah. Begitu banyak mahasiswa yang berorasi untuk menolak kapitalisme padahal dengan tindakannya dia adalah budak kapitalisme. Sampai saat ini ditahun kedua saya di kampus merah ini, saya masih bingung dengan banyaknya kader mahasiswa yang dihasilkan tiap tahun, tapi semakin merosotnya keidealisan mahasiswa.Kita diciptakan berbeda dengan tujuan yang sama. Jadi mengapa perbedaan dijadikan permasalahan??
Saya bukan mahasiswa yang ideal, tapi saya berhak mengkritik mahasiswa lainnya yang menuntut saya agar ideal dengan ketidakidealannya. Saya bukan aktivis dikalangan mahasiswa, tapi saya berhak untuk turut aktif menanggapi dasar keaktifan kalian.Saya bingung dengan mahasiswa yang selalu menganggap dirinya agent of change di saat ia rela bolos kuliah untuk sebatang rokok dan segelas kopi atau hanya untuk ngobrol dengan temannya. Untuk hal ini, saya tidak akan terlalu mendetail karena ada faktor dari luar mahasiswa, seperti dosen yang tidak bertanggung jawab, atau keadaan kelas yang membosankan
Saat ini, kalian bisa menyebut diri kalian sebagai kaum sosialis, tapi ingat kawan mahasiswa tidak akan sempurna dengan seperti ini..kita msih punya 2 tanggung jawab sebagai mahasiswa!
Selamat merenung
| < Prev | Next > |
|---|
Identitas Mahasiswa "palsu"



