You are here: Almamater Menjadi Sarjana

Ikatan Mahasiswa Akuntansi

Menjadi Sarjana

Print PDF

Ribuan orang berhambur dari gedung megah itu. Pakaian mereka aneh. Baju terusan warna hitam dipadukan dengan celana hitam. Dibagian lehernya dililit dengan salempang berbentuk segi enam. Topi mereka tak kalah aneh, hitam dengan bidang datar segi enam pada bagian atasnya, ditambah seutas tali seumpama jambul menempel di bagian tengah topi dan dijatuhkan ke depan. Hasilnya, nampak seperti hakim atau ilmuwan zaman pertengahan di eropa. Mereka menamai pakaian ini Toga. Pakaian idaman setiap mereka yang menempuh pendidikan di kampus. Sebuah simbol puncak pencapaian tertinggi pendidikan. Tak sedikit yang menjadikannya sebagai alat untuk mendongkrak status sosial. Bagi yang wanita, uang pannai’ bisa naik berkali-kali lipat.

Ribuan blits kamera membuat area sekitar gedung A.P. Pettarani lebih cerah dari hari biasanya. Senyum merekah para sarjana ditambah air mata orang tua mereka menambah haru suasana.

Unhas kembali menelorkan sarjana-sarjana baru. Ribuan sarjana yang berhambur keluar sama pula jumlahnya dengan asa mereka meratapi dunia nyata. Harapan akan pekerjaan yang layak dan kesuksesan material menjadi impian mayoritas. Walau kenyataannya tidak sedikit pula belum tahu harus melangkah kemana setelah keluar kampus. Bingung. Yang seperti ini biasanya menjadi objek survei pegawai BPS dan akan menambah deretan panjang angka pengangguran. Semoga saja tak ada yang seperti ini di tahun ini. Amin.

Dari fakultasku hanya berjarak 100 meter ke Baruga Pettarani. Disana, kulihat kawanku Hariman sedang sibuk memperkaiki Toganya, Ichal foto bersama keluarganya, ada Tati yang tersenyum simpul, tampak pula Gita yang anggun dengan toga dan kacamatanya. Di sudut lain Yusni asik bercengkerama dengan Ifa. Serta tak ketinggalan April, Ayu, Riri, Zecar (Bokep), Anca, Ana, Sri, Afa. Kelihatan sekali kebahagiaan di wajah mereka, seperti senyum pemain PSM saat mengalahkan Persmin Minahasa.

Senang rasanya melihat senyum manis mereka. Ingin sekali kusalami mereka satu per satu. Tapi, tak dapat kupungkiri, rasa iri membatin melihat teman seangkatan lebih dulu usai. Padahal, empat tahun lalu, kami datang bersama ke kampus ini dengan wajah lugu. Baru kemarin pula rasanya Merger 03 (nama OSPEK angk 03 FE UH) kami lalui. Eh, mereka sudah sarjana!

Sementara aku, masih berkeliaran di koridor kampus. Menenteng map dengan lembaran KRS di dalamnya. Bersiap mendaftar lagi untuk semester depan.

Desakan dari kampung menambah risau hati ini. Tapi tak perlu ku berlama-lama dalam kerisauan ini. Toh, terlambat sedikit tidak apalah. Daripada memaksa cepat keluar dengan persiapan kurang matang hanya akan menambah beban keluarga -kataku dalam hati mencoba menghibur diri.

Teringat guyonan seorang kawan. Menurutnya, ada dua tipikal sarjana berdasarkan waktu selesainya. Yaitu sarjana tepat waktu atau sarjana di waktu yang tepat. Sedikit senyum, kupikir mungkin aku masuk dalam kategori yang kedua yaitu sarjana di waktu yang tepat. Entah kapan waktu yang tepat itu. Semoga tahun depan. Amin!

Buat Ichal, Hariman, Tati, Afa, Riri, Gita, Yusni, April, Bokep, Ana, Sri, K’ Elpis, K’ Mario, K’ Masse, Ayu, dan semua yang telah sarjana. Doa ku menyertai kalian...
 

Akuntansi | Manajemen | Serba Serbi | Ilmu Ekonomi | Almamater | Hukum | Lingkungan | Pendidikan | SOSBUD | Puisi | Resensi | Daftar Dosen | Data Akademik | Beasiswa | Loker | Undangan